Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011

Cerpen : Tawarkan Keperawanan demi Kehormatan


About LIFE 

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima .

Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi,wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri.

Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak? "

'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang,

izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ''
Kata wanita itu dengan suara lambat.

'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? '' Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperatif karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Disebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.

'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi-tingginya. .' ''

' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''

'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat.
Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.

Pikirnya '' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''
'' Kalau tidak terbukti? "

'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik kekiri dan ke kanan. '' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. '' '' Cobalah. ''

'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi-tingginya. ''

'' Berapa? ''
'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah.. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.''

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?''

'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''

'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.Tak berapa
lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''

'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji.

Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... ''

'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya.Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.

Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu...'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.

'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp.. 6 juta, tuan ''

'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam.''
Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.

''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.

'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''

'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya. '' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.Wajah pria itu nampak masam seketika '' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajahpria itu.

Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.

'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. "Dia masih perawan..'' Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter.

'' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''

'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''

'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu.
'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan
uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''

'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... ''

'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu.. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai.

Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal.. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu '' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! " Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''

'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya .Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''

'' Dan, apakah bapak ikhlas....? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''

'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''

'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''

'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''

'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita .... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata: '' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''

'' Kesadaran... ''
... . .Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.

'' Kamu sudah pulang, nak ''
'' Ya, bu ... ''

'' Kemana saja kamu, nak ... ???''
'' Menjual sesuatu, bu ... ''

'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ...Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan.. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan.

'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:
'' Antar kami kerumah sakit ...''

Selasa, 28 Desember 2010

Boneka untuk Adikku, Mawar putih untuk Mamaku





About Life Story...(About my Experience...)


Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah-hadiah yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "ini akan makan waktu selamanya, sedangkan masih banyak tempat yang harus kutuju." "Natal benar-benar semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya" walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.


Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di dekatnya: "nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?"


perempuan tua itu menjawab: "kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang." kemudian sang nenek meminta anak itu menunggu di sana sekitar 5 menit, sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki-laki itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.


Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin memberikan boneka itu. "ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada natal ini. Ia yakin santa claus akan membawa boneka ini untuknya."


aku menjawab mungkin santa claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan khawatir. Tapi anak laki-laki itu menjawab dengan sedih "tidak, santa claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat adikku berada saat ini. Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana." mata anak laki-laki itu begitu sedih ketika mengatakan ini "adikku sudah pergi kepada tuhan."


"papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku." jantungku seakan terhenti.


Anak laki-laki itu memandangku dan berkata: "aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket." kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: "aku juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku."


kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam. Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengeluarkan beberapa catatan dan berkata kepada anak itu. "bagaimana jika kita periksa lagi, kalau-kalau uangmu cukup? anak itu memandangku  "ok" katanya. "kuharap punyaku cukup." kutambahkan uangku pada uangnya tanpa sepengetahuannya dan kami mulai menghitung.


Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: "terima kasih Tuhan karena memberiku cukup uang." kemudian ia memandangku dan menambahkan: "kemarin sebelum tidur aku memohon kepada  Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. Dia mendengarkan  doaku "            


                                                                                    
"aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi dia memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih." "kau tahu, mamaku suka mawar putih."






beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dari mereka. aku masih sempat menoleh dan anak itupun menoleh ke arahku dengan tersenyum. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki-laki ini?


Dua hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang-orang untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki-laki dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki-laki itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.




* anda memiliki 2 pilihan:


* kirimkan cerita ini kepada semua orang yang anda kenal


* atau hapuslah dan berpura-pura kisah ini tidak pernah menyentuh hatimu.


* jika anda kirimkan cerita ini, mungkin anda membantu mencegah seseorang yang mabuk untuk mengemudi.




Minggu, 12 Desember 2010

Cerpen : Isyarat i love you



sejak semula, keluarga dari si gadis tidak menyetujui hubungannya dengan sang pemuda. Mereka mengajukan alasan mengenai latar belakang keluarga, bahwa jika si gadis memaksa terus bersama dengan sang pemuda, dia akan menderita seumur hidupnya..... Karena tekanan dari keluarganya, si gadis jadi sering bertengkar dengan pacarnya. Gadis itu benar2 mencintainya, dan dia terus-menerus bertanya, "seberapa besar kamu mencintaiku?" sang pemuda tidak begitu pandai berbicara, dia selalu membuat si gadis marah. Dan komentar-komentar dari orangtuanya membuatnya bertambah kesal. Sang pemuda selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan sang pemuda selalu membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya....

Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia bermaksud meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi, dia melamar gadisnya, "saya tidak tahu bagaimana mengucapkan kata2 manis, tapi saya tahu bahwa saya mencintaimu. Jika kamu setuju, saya ingin menjagamu seumur hidupmu. Mengenai keluargamu, saya akan berusaha keras untuk meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan kita. Maukah kamu menikah denganku?" si gadis setuju, dan keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya merestui hubungan mereka. Sebelum pemuda itu berangkat, mereka bertunangan terlebih dahulu. Si gadis tetap tinggal di kampung halaman dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di lnar negri......

Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon. Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan. Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis sepulang dari kerja, si gadis tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri. Ketika siuman, dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat. Melihat air mata orangtuanya, dia berusaha untuk menghibur mereka. Tetapi dia menyadari... bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali. Dia bisu..... Menurut dokter kecelakaan tersebut telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat menjawab sepatah kata pun, gadis tersebut pingsan...

Sepanjang hari hanya dapat menangis dan membisu...ketika akhirnya dia boleh pulang dari rumah sakit, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia kala. Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu. Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya. Dia tidak dapat memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya. Dia menulis sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tdk mau lagi menunggunya. Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin pertunangan mereka. Mendapat surat dan telepon dari si pemuda, dia hanya bisa menitikkan air mata... Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih bahagia...

Pindah ke tempat baru, si gadis mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan sang pemuda... Suatu hari sahabatnya memberitahukan bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarinya ke mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan dimana dia berada dan menyuruh pemuda tsb untuk untuk melupakannya.... Lebih dari setahun, tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si gadis menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum dlm undangan. Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul di hadapannya.dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa....
Aku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat, agar dapat memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji kita, berikan aku kesempatan, biarkan aku menjadi suaramu.

Jumat, 26 November 2010

Cerpen : Ibu

 About Life story...( about ME...)


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup.        



       .


                                                                                                           






       .......saat aku rindu.......rindu pada mama yang telah pulang ke surga.   I missing you Mom...!
       GOD bless you...! GOD bless me...! GOD bless us...!




Poetry:                 Mama [Kerinduan]

Mama...
Kesunyian menenggelamkan ku rindu padamu.
Ketika kucoba memahami makna hidup tanpa tutur kata petuah
Meski acapkali kuabaikan petuah bijaknmu
bahkan sempat kutanggalkan cintamu di ujung persimpangan gang kedewasaanku.
Aku terkapar dihamparan luas kebohongan dunia
Diantara rindu dan cinta palsu bidadari-bidadari dunia
Aku melupa. Aku memanja pada dunia yang tak kekal cintanya.
Dan kini aku sendirian terhanyut menanti nanti dering rindumu lewat telepon di malam hari

Ditengah kesedihan jiwa yang merana
Bermacam-macam duka menghampiriku
Bermacam-macam cobaan menemaniku
Hidup memberiku kebahagiaan.
Hidup memberiku kesedihan
Mereka datang silih berganti tanpa seorangpun peduli dengan jeritan hati ini
Pedih dan perih sulit terobati sejak kau kembali ke surga

Sungguh
Bukan gang kebahagiaan yang kudapat untuk masa depan
melainkan gang kegelapan yang kutemui diantara kaki-kaki kecil berlari menata mimpi.
Setidaknya mimpi kelam yang kuukir dari hidupku belasan tahun ini.
Sungguh
Jika kutanyakan pada diri ini tentang hal apa yang telah kuberikan padamu,
jawaban yang tersirat adalah kosong.
Lantaran sama sekali belum ada satupun yang mampu kuberikan padamu
sebagai ganti darah dan keringat yang kau teteskan saat kau melahirkanku ke dunia.
Aku tahu engkau memang tak mengharapkan apa-apa dariku sebagai belas kasihmu.
Dan memang bukan harapanku untuk melupakannmu.

Dosakah aku mama, jika pernah sekali waktu kuabaikan rindumu dari benak mimpiku
meskipun kau tak pernah terhempas dari relung-relung jiwaku.
karena kini penyesalan menggeliat bak cacing kepanasan di jantungku
Meski  namamu  terukir indah dalam hati setelah nama Sang Illahi menguasai jiwa..

Mama…
Pendar matamu saksi aku mengagumimu
Putih hatimu puisi terindah yang pernah aku miliki
Bersama dengan mu setiap hari adalah sesuatu yang aku impii
Pedih dan perih sulit terobati sejak kau kembali ke surga
Aku memilih mengasingkan diri dari kerinduan menggebu ini
Di dunia yang tak kudapatkan lagi ketulusan cintamu, setidaknya menyamai milikmu

Mama…
Aku ingin memelukmu disini walau hanya sebuah imajinasi
meskipun kau tak pernah terhempas dari relung-relung jiwaku
Aku ingin bertemu dengan mu malam ini karna rinduku begitu mengiris hati
Pedih dan perih sulit terobati sejak kau kembali ke surga
Aku memilih mengasingkan diri dari kerinduan menggebu ini
dan bergelut diantara rindu-rindu menari-nari indah dalam setiap kelopak mata bergenangkan airmata.


                I  ALWAYS  MISSING  YOU  MOM...!!!


                AT  MIDNIGHT  3.15  14 SEPTEMBER  2010

Kamis, 25 November 2010

Cerpen: Kisah Sang Kodok

  About Love Story...( About ME )...



Cerita ini bukan kisah sang pangeran kodok, yang bertemu dengan putri cantik istana.Cerita ini hanyalah kisah kodok biasa bertemu putri yang bukan dari kalangan istana, tetapi hanya dari kalangan biasa.

Sekalipun bertemu dengan sang putri, sang kodok tahu bahwa dirinya tidak pernah dipandang. Tetapi dengan tulus sang kodok mencoba bersahabat, dan menjadi penolong yang setia bagi sang putri. Saat sang putri berjumpa dengan seorang pangeran, hati sang kodok hancur. Tetapi ia tetap berusaha bertahan. Dan ketika sang putri ditinggalkan, sang kodoklah yang ada untuk menghiburnya.Ketika sang putri sakit, sang kodok begitu cemas dan berupaya merawat dan menjaga untuk kesembuhan sang putri. Apa saja sang putri inginkan sang kodok dengan segala daya upaya memenuhi keinginan sang putri.

Waktu berlalu, dan sang putri mulai menaruh perhatian lebih pada sang kodok. Sang kodok amat gembira, sampai ia lupa bahwa ia hanyalah kodok biasa. Roda waktu terus bergulir, dan sang putri mulai tak sabar dan mempertanyakan, “Kapankah engkau akan berubah menjadi pangeran, wahai kodok?”
Tetapi kodok tetaplah kodok biasa.
Dan sering kali dikala kekesalan sang putri memuncak, ia meninggalkan sang kodok pergi jauh-jauh. Tetapi dengan sedih, sang kodok tetap setia mengikuti putri pujaannya. Dengan langkah-langkah kecilnya ia tetap berusaha mengejar kemana sang putri pergi. Mengantar sang putri kemana saja ke tempat yang dituju. Melindungi sang putri dari panas dan hujan.

Sampai akhirnya suatu saat, dikala keinginan sang putri telah tercapai, yakni menduduki satu jabatan pekerjaan. Direkayasa sang putrilah suatu siasat agar sang kodok merasa amat terhina, dan ternyata siasat tersebut berhasil.Sang kodok dilemparkannya sejauh-jauhnya….tanpa pernah memikirkan bagaimana setia dan perdulinya sang kodok pada dirinya selama ini.
"Tuhan!! kenapa sejak awal tidak kau ciptakan saja aku sebagai pangeran istana megah yang tampan dan gagah!!"jerit sang kodok menggema ke angkasa.
Dalam hatinya yang pedih tercabik-cabik, dia berfikir, “kemanakah kali ini aku akan terhempas?”.

Tetapi sekali ini, Tuhan tidak tinggal diam, dan mengaruniakan sepasang sayap untuk menemaninya.
Sesaat sang kodok terdiam, dan berfikir. Lalu ditariknya nafas dalam-dalam, dengan berat hati terbang membumbung meninggalkan sang putri yang amat di sayanginya. Dalam hatinya ia berharap apa yang terbaik untuk sang putri. Dan bagi dirinya sendiri, ia tidak berharap menemukan putri-putri yang lain. Ia hanya berharap suatu saat bertemu putri kodok yang mau menerima dia apa adanya. Dan saat itu, ia akan melepaskan sayapnya, dan melangkah menemani dan menjaga pujaan hatinya sampai tutup usia.

                                                                      

Lirik Lagu Hello Biarkan Berlalu

letih aku bila menatap
segala kisah dalam dirimu
pengorbanan dan penantian
hanya terbuang dan sia-sia
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
* kau hempaskan tubuh ini
kau goreskan luka hati
reff:
takkan aku kenal lagi
tulus cinta yang kau beri
pergilah cintaku
lupakan dirinya
takkan aku ingat lagi
sakit hati yang kau beri
pergilah cintaku
biarkan berlalu

repeat * reff
                                   
                                                                             
                                                             

Minggu, 21 November 2010

Cerpen: Guardian Angel

 About Life...( About my Vision )...

Ada gadis kecil yang duduk sendirian di taman.Semua orang yang melewati taman itu, tidak pernah ada yang berhenti untuk melihat mengapa ia tampak begitu sedih Mengenakan gaun merah muda bertelanjang kaki,lusuh dan kotor, gadis itu hanya duduk dan menyaksikan orang yang lalu lalang. Dia tidak pernah mencoba bicara. Dia tidak pernah mengatakan sepatah kata pun. Banyak orang lewat, tapi tak seorang pun mau berhenti. Keesokan harinya saya memutuskan untuk kembali ke taman dalam rasa ingin tahu untuk melihat apakah gadis kecil itu masih berada di sana. Ya, ia berada di sana, tepat di tempat yang mana dia kemarin, dan masih dengan tatapan sedih yang sama di matanya. Hari ini  hati saya tergerak sendiri dan berjalan ke arah gadis kecil itu. Karena sebagaimana kita semua tahu, sebuah taman penuh dengan orang asing, jadi bukan tempat aman bagi anak-anak untuk bermain sendiri. Ketika aku semakin dekat, aku bisa melihat bagian belakang gaun gadis kecil itu lebih menonjol. Saya pikir itu alasan orang hanya lewat dan tidak berusaha untuk berbicara dengannya..Orang cacat adalah di pandang rendah oleh masyarakat kita dan, surga melarang itu. tetapi seluruh isi surga akan bergembira dan berbahagia jika Anda membuat langkah membantu seseorang yang berbeda. Ketika aku semakin dekat, gadis kecil itu menunduk sedikit untuk menghindari tatapan saya. Saat aku mendekatinya, aku bisa melihat bentuk punggungnya lebih jelas.
 berbentuk lebih menonjol seperti berpunuk. Aku tersenyum untuk membiarkan dia tahu itu bahwa bagiku "IT'S OK"; aku berada di sana untuk niat menolong, untuk berbicara.. Aku duduk di sampingnya dan membuka dengan sapaan sederhana, "Hello"; Si gadis kecil bereaksi terkejut, dan tergagap dengan sebuah ucapan "Hi"; setelah menatap lama ke mataku. Aku tersenyum dan dia tersenyum malu-malu kembali padaku. Kami berbicara sampai gelap malam mulai datang dan taman benar-benar kosong. Aku bertanya gadis itu mengapa ia begitu sedih. Si gadis kecil memandang saya dengan wajah sedih berkata, "Karena, aku berbeda", aku segera berkata, "Kamu..!", Dengan tersenyum. Si gadis kecil bereaksi bahkan lebih sedih dan berkata, "aku tahu. "Hatiku tersentuh penuh iba "Gadis kecil," kataku, "Anda mengingatkan saya pada seorang malaikat, manis dan polos."
Dia menatapku dan tersenyum, lalu perlahan-lahan ia bangkit dan berkata, "Benarkah?" "Ya, kau seperti Guardian Angel kecil yang dikirimkan untuk mengawasi semua orang berjalan." Dia mengangguk kepalanya, ya, dan tersenyum
Lalu ia membuka bagian belakang gaun pink nya dan membiarkan sayapnya mengembang, kemudian dia berkata "Aku...Aku adalah Guardian Angelmu," dengan binar di matanya. Aku terdiam - meyakinkan diriku bahwa aku benar-benar melihat sesuatu ".
Dia berkata, "Karena Anda memikirkan orang lain selain dirimu sendiri,;memikirkan dan perduli pada orang seperti saya.Ini adalah tugas yang di berikan Tuhan pada saya untuk dilakukan di sini". Aku berdiri dan berkata, "Tunggu, mengapa tidak turun saja satu malaikat bagi setiap orang untuk membantu?"
Dia menatapku, tersenyum, dan berkata, "Anda adalah satu-satunya yang bisa melihat saya," lalu dia pergi.

 Dan setelah itu,aku memiliki harapan bahwa hidupku akan berubah secara dramatis.

Because Heaven Knows what my hope...and I believe that's become true...




Jumat, 19 November 2010

Cerpen: Kisah Burung Gereja

 About Love Story...( About ME )...



Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain Namun pada suatu hari, malang sang perempuan mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan.

Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang laki-laki menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-memanggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun.

Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan Agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.

Seminggu telah berlalu, si perempuan tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan sang laki-laki telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan laki-laki yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada laki-laki itu sebuah pengecualian, kepada dirinya. Tuhan bertanya kepadanya "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?" . Sang laki-laki tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".

Tuhan berkata "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi burung gereja selama 2 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?". Sang laki-laki terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Sang laki-laki telah berubah menjadi seekor burung gereja. Ia mohon Diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, perempuan itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu.

Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, si perempuan telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang laki-laki pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang laki-laki telah pergi kemana.

Si perempuan sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang laki-laki yang telah berubah menjadi burung gereja bukankah setiap saat selalu terbang di dekatnya mengawasinya?

Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam. Musim panas telah berakhir, angin musim hujan yang dingin meniup jatuh daun pepohonan. Burung gereja mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu si perempuan.

Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya.
Namun tubuhnya yang kecil benar-benar tidak bisa di kenali oleh si perempuan, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh burung gereja itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang dibicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit si perempuan.. Melukiskan betapa baik dan perhatiannya dokter laki laki itu merawatnya. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa si perempuan sudah bahagia seperti dulu kala .

Sang burung gereja sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat dokter laki-laki itu membawa kekasihnya ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di lakukannya dahulu pada kekasihnya dalam sekejap telah digantikan seorang laki-laki lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang burung gereja setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara kekasihnya dengan dokter itu, kekasihnya dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir,oleh karena itu sebelum musim panas berakhir, sang burung gereja telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor burung gereja waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini.

Musim panas pada tahun kedua, sang burung gereja sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Si perempuan kekasihnya itu merebahkan kepalanya perlahan di dada si dokter, dan doker itu mencium  wajah kekasihnya. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor burung gereja yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Dua tahun perjanjian Tuhan dengan sang burung gereja sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si burung gereja melaksanakan pernikahan dengan dokter itu.

Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Ia mendengarkan si dokter yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan "saya bersedia menikah dengannya!". si dokter memandangi sang kekasih  dan memakaikan cincin ke tangan kekasihnya itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang burung gereja..

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas "Apakah kamu menyesal?". Sang burung gereja mengeringkan air matanya "Tidak". Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang burung gereja menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi burung gereja seumur hidup".

                                                      


Lirik Lagu Bondan Prakoso - Not With Me                         

   Titz
I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side
*reff:
I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're OKAY
I can feel you if you're not with me
I can reach you my self, yuo show me the way

life was never be so easy as it seems
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still I know you're still here by my side
back to *reff

Bondan:
yea..you've made me so alive ,you give the best for me..love and fantasy
yeah..and i never feel so lonely, coz you're always here with me..yeah..always here with me
back to *reff
I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side



Cerpen:  KISAH AKU DAN KURA-KURA

 Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa kura-kura jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, kura-kura sudah berusaha keras melangkah, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, kura-kura memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga..."

aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, kura-kura terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor kura-kura berjalan-jalan? Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap...

Biarkan saja kura-kura merangkak di depan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati...

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. (mang cacing mendengung?! Tawon kalii??) aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta kura-kura menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"he's here and with me for a reason" ( "dia di sini dan bersama denganku untuk satu alasan" )

-Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

-Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan. Saat bertemu penolongmu, ingat untuk bersyukur padanya. Karena ia lah yang mengubah hidupmu.

-Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

-Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh.

-Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

-Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

-Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

-Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

-Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.