Tampilkan postingan dengan label About LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About LIFE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011

Cerpen : Tawarkan Keperawanan demi Kehormatan


About LIFE 

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima .

Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi,wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri.

Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak? "

'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang,

izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ''
Kata wanita itu dengan suara lambat.

'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? '' Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperatif karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Disebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.

'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi-tingginya. .' ''

' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''

'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat.
Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.

Pikirnya '' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''
'' Kalau tidak terbukti? "

'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik kekiri dan ke kanan. '' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. '' '' Cobalah. ''

'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi-tingginya. ''

'' Berapa? ''
'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah.. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.''

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?''

'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''

'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.Tak berapa
lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''

'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji.

Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... ''

'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya.Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.

Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu...'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.

'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp.. 6 juta, tuan ''

'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam.''
Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.

''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.

'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''

'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya. '' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.Wajah pria itu nampak masam seketika '' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajahpria itu.

Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.

'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. "Dia masih perawan..'' Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter.

'' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''

'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''

'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu.
'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan
uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''

'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... ''

'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu.. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai.

Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal.. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu '' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! " Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''

'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya .Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''

'' Dan, apakah bapak ikhlas....? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''

'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''

'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''

'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''

'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita .... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata: '' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''

'' Kesadaran... ''
... . .Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.

'' Kamu sudah pulang, nak ''
'' Ya, bu ... ''

'' Kemana saja kamu, nak ... ???''
'' Menjual sesuatu, bu ... ''

'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ...Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan.. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan.

'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:
'' Antar kami kerumah sakit ...''

Senin, 02 Mei 2011

Belajar menghargai dalam persahabatan


 Oleh : Nicolas Smart Vescera

Termasuk orang yang mempunyai banyak sahabatkah anda atau malah sebaliknya??  Begitu banyal kalimat yang mengatakan bahwa sahabat itu seperti keluarga. Sahabat adalah seseorang yang senantiasa hadir ketika kita dalam keadaaan susah atau senang.
Untuk bisa menjadi seorang sahabat yang baik maka yang perlu anda lakukan adalah dengan “mensahabatkan” diri kita kepada orang lain. Sahabat tidak akan pernah melukai, oleh karena sahabat adalah satu bagian penting dalam hidupnya. Jangan lupa bahwa sahabat adalah diri anda yang berada di raga orang lain, sehingga sahabat mempunyai kedudukan yang penting bagi diri kita. “Sahabat menjadikan kehidupan anda penting, karena tanpa keberadaannya nilai anda menjadi tidak penting”.
Tetapi apakah anda sudah benar-benar merasa nyaman dengan persahabatan anda? Jika jawabanya iya maka jangan senang dahulu. Bersahabatlah dengan individu yang mampu membuat anda untuk memperluas zona wawasan dan kenyamanan anda dan mampu membuat anda untuk selalu belajar terus menerus tanpa henti. Kapan anda benar-benar bisa belajar berkembang menjadi individu yang lebih baik ? Janganlah berteman dengan individu yang membuat anda nyaman terus-menerus.
Ambilah keputusan jika sahabat anda hanya berkutat pada “hal hal itu saja” . Segera lakukan perubahan. Dalam perjalanan persahabatan yang anda miliki, segala perubahan mungkin terjadi. Pertanyaannya, hanya seberapa kokoh persahabatan yang telah terbentuk. Seberapa besar kita mau untuk berjiwa besar sama-sama saling menyesuaikan dengan kondisi yang berubah. Tidak ada yang permanen dalam hidup ini. Satu-satunya yang permanen justru perubahan itu sendiri.
Bersyukurlah anda jika mempunyai sahabat yang tidak hanya ada saat anda sedang tertawa namun juga saat anda harus menangis meraung-raung. Bersyukurlah anda jika mempunyai sahabat yang mampu saling terbuka dan belajar bersama untuk terus menjadi individu yang lebih baik.menyokong anda untuk mendapatkan angan dan cita-cita yang anda idam-idamkan.

Takut Ketahuan Hamil, Siswi SMA Makan Janinnya Sendiri


Baru-baru ini terjadi hal yang mengerikan akibat pergaulan bebas, seperti yang disiarkan di TVxxx. Hal ini terjadi di Bxxxxxx. Seorang gadis SMA kita sebut saja inisial GD melakukan (Censored) bersama pacarnya hingga hamil. Nasi sudah jadi bubur,aborsi pun hendak dilakukan.

Apa mau di kata,ternyata janin yang ada didalam perutnya cukup kuat,hingga obat apapun yg dipakai tidak dpt mggugurkan janin tersebut. Tapi pada saat kehamilan mencapai 3 bulan, ketika GD berada disekolah. Dia mengalami pendarahan, kemudian dgn alasan terjadi kebocoran pada pembalut, GD mohon izin untuk ke WC.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2yvuhPGf3WXdhwF_tuMx-AnimSSxurVEm_oI_VsBvjKojryvb8dvC9OH3ogoUxRz7LWdGUBjY_tAOqYrlxSffsmI247fDnAacQozG2lMceZ-3gTV1R4bLhVUJpqFsNjIPInM1TpQN8hyphenhyphenq/s1600/cewek_abg_nakal_bugil_telanjang_gadis_hot_smu_perempuan_mabok_dugem_5.jpg

Setelah 1 jam GD tidak kembali ke kelas, gurunya merasa curiga dan menyusulnya ke WC, mendapatkan pintu WC terkunci dan tidak ada jawaban, gurunya menggedor terus menerus. Sementara tu di dalam WC, janin yg dikandung GD akhirnya gugur keluar.

Karena terkejut dan takut ketauan gurunya, GD mengambil janinnya dan MEMAKANNYA…tetapi, sebelum janin dimakan habis, gurunya berhasil membuka pintu WC.

Pemandangan yang cukup mengerikan, GD dengan tubuh dan baju bersimbah darah, janin yang dipegang ditangan dan sebagian berada dimulut.
http://4.bp.blogspot.com/_4NAhN3reSfY/TSc2GO4__pI/AAAAAAAAAA4/Gz2xSazDOuo/s1600/1_596516689l.jpg

Akhirnya… Dengan tabah gurunya memberikan sesuatu padanya……..apapun makannya……..minumnya teh botol sosro.

Serius amat bacanya !!!

Sabtu, 01 Januari 2011

Kisah Gadis Kecil Yang Menikah di Usia 7 Tahun

Setiap gadis kecil mungkin belum memiliki impian tentang hari pernikahannya, namun Jayla Cooper yang berumur 9 tahun sudah punya impian tentang pernikahan karena tidak punya waktu seumur hidup untuk menunggu pria yang tepat. Impiannya untuk menikah lengkap dengan visi yang besar tentang gaun putih yang indah dan tentu saja pria sempurna. 

                                                                              
                                                                          
Gadis itu telah berjuang melawan leukemia selama dua tahun, suatu pertempuran yang akan berakhir hanya dalam hitungan minggu. Tapi Jayla mempunyai seorang sahabat sejati bernama Jose Griggs yang berusia 7 tahun, sesama pasien di Children’s Medical Center di Dallas. Pria cilik berumur 7 tahun inilah yang menjadi pengantin prianya. Jayla dan Jose mengikat simpul di bulan Februari 2009 untuk memenuhi keinginan terakhir: Menikah dalam acara pernikahan yang indah, dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman. Dari bunga hingga ruang perjamuan, sumbangan pun mengalir ke Texas Utara untuk memberikan pengantin sebuah pernikahan impiannya.

                                                                               
                                                                                  

Jumat, 31 Desember 2010

Kisah Nyata : Dua Suami Berbagi Satu Istri

Amar dan Kundan Singh Pundir adalah saudara kandung. Amar bekerja sebagai pemecah batu, sedangkan Kundan, kakaknya, menggarap lahan pertanian sempit warisan orangtua mereka di Himachal Pradesh, India.
                                                            
Dua bersaudara berusia 40-an tahun ini selalu tinggal bersama. Mereka berbagi apa saja, mulai rumah, pekerjaan, bahkan berbagi istri. "Sudah menjadi tradisi kami sejak awal untuk memiliki keluarga dari lima atau 10 orang. Dua bersaudara dengan satu istri," ungkap Kundan.
Praktik seperti ini disebut fraternal polyandry, kakak beradik dari satu keluarga menikah dengan perempuan yang sama. Biasanya, pernikahan seperti ini bermotif tradisi dan ekonomi.Bagi kebanyakan orang, cara seperti ini memang nyeleneh, namun tidak bagi 200-an orang yang tinggal di desa tersebut. Dan itu pula yang terjadi pada Amar dan Kundan.
Desa mereka berada di bibir jurang sebuah bukit setinggi hampir 180 meter. Sebagian besar penduduknya hidup bercocok tanam di lahan sempit. Di wilayah yang keras seperti itu, tak cukup lahan yang bisa diolah atau ditinggali. Jadi, daripada mencari istri sendiri-sendiri dan harus berbagi lahan warisan, kakak beradik seperti mereka kemudian menikah dengan perempuan yang sama. Dengan begitu, tanah warisan tidak terbagi-bagi lagi.
Si istri, Indira Devi, mengaku hidup dengan dua suami bukan perkara mudah. "Kami sering bertengkar," katanya. Sama seperti keluarga lain, pertengkaran mereka biasanya karena masalah duniawi. "Biasanya memang masalah sehari-hari, seperti mengapa kamu tidak melakukan ini atau itu," bebernya.
Satu hal yang selalu mereka setujui bersama adalah punya anak. Dengan Kundan dan Amar, Indira memiliki tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Bagaimana dengan kehidupan seks mereka? "Kami membuat shift, bergantian tiap malam. Kalau tidak begitu, tak akan berjalan baik," kata Kundan.
"Agar kehidupan berkeluarga berjalan dengan baik, kami harus melakukannya. Bisa mengatasi halangan dengan baik. Juga mengendalikan hati masing-masing agar tidak terlalu perasa," tukas Amar.
Ketika ditanya ayah biologis setiap anak, Amar dan Kundan mengaku tidak tahu. Anak-anak mereka pun tidak peduli. "Sama saja. Karena ibu dan ayah adalah dewa bagi saya," kata Sunita Singh Pundir, 17, anak perempuan keluarga itu.
Anak pertama dan ketiga Pundir yang laki-laki sepertinya ingin meneruskan tradisi tersebut. "Tentu saja," kata Sonha, anak tertua. Dia dan adik laki-lakinya mengatakan sudah membicarakan itu dan akan segera menikah dengan perempuan yang sama. Namun tidak demikian dengan Sunita. Dia menegaskan tak ingin meneruskan tradisi itu. "Saya ingin punya satu suami saja," sahutnya.
Hanya, ketika dihadapkan pada cinta dan tradisi, Sunita mengaku memilih tradisi. "Saya tak akan pernah meninggalkan tradisi meski harus mengabaikan cinta. Saya tak akan merendahkan martabat orangtua dan saudara laki-laki," lanjut Sunita.
Biasanya, pernikahan seperti itu sudah diatur dan rata-rata para perempuan di desa itu juga memiliki dua suami. Bahkan ada yang punya tiga atau empat suami, bergantung pada jumlah kakak beradik pria yang dimiliki keluarga yang dia nikahi.
Poliandri sebenarnya tindakan melanggar hukum di India, meski secara sosial dapat diterima bagi sebagian masyarakat di sana. Tak ada satupun pejabat pemerintah yang terganggu dengan para penduduk yang melanggar hukum itu. "Sudah terjadi sejak lama. Saudari tiri saya juga punya dua suami, begitu juga dengan ibu tiri saya," kata Indira.